Kamis, 04 Juni 2026

KBIHU NU Trenggalek Gelar Rapat Koordinasi Teknis Manasik Haji 2027, Perkuat Sanad Keilmuan dan Persiapan Layanan Jamaah


Trenggalek – Pengurus Harian KBIHU NU Trenggalek bersama Pengurus KBIHU NU Zona se-Kabupaten Trenggalek menggelar Rapat Koordinasi Teknis Manasik Haji Tahun 2027 di Aula Lantai 2 Gedung PCNU Trenggalek, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi antarzona, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan bimbingan manasik haji bagi calon jamaah haji Kabupaten Trenggalek tahun 2027. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus harian KBIHU NU Trenggalek serta perwakilan pengurus zona dari berbagai kecamatan, termasuk Zona Watulimo yang diwakili oleh Drs. Leif Sulaiman selaku Ketua, Drs. H. Juwito selaku Sekretaris, dan Murdiyanto selaku Wakil Sekretaris sekaligus Tim Media.

Rapat dipimpin oleh K.H. Muhammad Nasron selaku Sekretaris KBIHU NU Trenggalek. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antar pengurus zona guna memastikan seluruh tahapan manasik haji dapat berjalan secara terukur, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan calon jamaah. Menurutnya, sinergi antara pengurus kabupaten dan zona merupakan kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta pendampingan kepada jamaah sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji. “Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap seluruh zona memiliki pemahaman yang sama terkait program manasik haji tahun 2027 sehingga pelayanan kepada calon jamaah dapat berjalan lebih optimal dan terarah,” ujar beliau.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan pembinaan dan pengarahan oleh Dr. K.H. Syafi'i, M.HI selaku Ketua KBIHU NU Trenggalek. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemantapan sanad keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi seluruh pengurus NU, pengurus KBIHU NU, kader NU, maupun calon jamaah haji warga Nahdlatul Ulama. Menurutnya, keberhasilan ibadah tidak hanya ditentukan oleh pemahaman teknis pelaksanaan manasik, tetapi juga oleh ketepatan dalam mengikuti mata rantai keilmuan para ulama. “Warga Nahdliyin harus memahami dan menjaga sanad keilmuan yang bersambung kepada para ulama pendahulu. Dalam menjalankan ibadah, termasuk ibadah haji, kita harus itba’ dan mengikuti tuntunan para masyayikh, khususnya Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy'ari, agar pelaksanaan ibadah memiliki landasan ilmu yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas beliau di hadapan peserta rapat.


Memasuki sesi berikutnya, pengurus harian KBIHU NU Trenggalek menyampaikan sosialisasi dan pemaparan teknis terkait pelaksanaan manasik haji untuk kuota dan estimasi calon jamaah haji Kabupaten Trenggalek tahun 2027. Berbagai aspek dibahas secara rinci, mulai dari pola pembinaan, jadwal pelaksanaan manasik, kesiapan instruktur, hingga strategi pelayanan yang lebih efektif bagi jamaah. Sesi diskusi berlangsung aktif melalui tanya jawab yang melibatkan para pengurus zona. Beberapa masukan dan pertanyaan disampaikan oleh K.H. Majid dari Munjungan, Drs. H. Juwito dari Watulimo, K.H. Muh. Jabir dari Pogalan, serta Drs. H. Syamsudin dari Durenan. Mereka menyampaikan berbagai pandangan konstruktif terkait teknis pelaksanaan manasik, kesiapan jamaah di masing-masing wilayah, serta upaya peningkatan kualitas layanan bimbingan haji.

Ketua KBIHU NU Zona Watulimo, Drs. Leif Sulaiman, menyambut baik terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah seluruh pengurus KBIHU NU se-Kabupaten Trenggalek dalam memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji. “Kami berharap hasil rapat ini dapat menjadi pedoman bersama dalam menyukseskan manasik haji tahun 2027 sehingga para jamaah semakin siap, baik secara fiqih, mental, maupun spiritual,” ungkapnya. Setelah seluruh agenda selesai dilaksanakan, rapat koordinasi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. K.H. Syafi'i, M.HI, memohon kelancaran dan keberkahan bagi seluruh program KBIHU NU Trenggalek serta kemudahan bagi calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci pada tahun 2027 mendatang.
.
Share:

Rabu, 03 Juni 2026

Ketua KBIHU NU Watulimo Apresiasi Launching Website Resmi: Langkah Nyata Menuju Pelayanan Haji dan Umrah yang Modern dan Transparan


Sebagai Ketua KBIHU NU Watulimo, saya menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas terlaksananya Launching Website Resmi KBIHU NU Watulimo dengan alamat https://www.kbihunuwatulimo.or.id. Kehadiran website ini merupakan langkah maju dan bentuk komitmen kami dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Website ini tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga menjadi media komunikasi yang menghubungkan KBIHU NU Watulimo dengan calon jamaah haji dan umrah, alumni jamaah, serta masyarakat luas.

Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan, pengembangan, hingga peluncuran website ini. Terima kasih kepada para pengurus, tim pengelola, relawan, dan semua pihak yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta waktunya demi terwujudnya media informasi digital yang representatif bagi KBIHU NU Watulimo. Semoga segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

Peluncuran website resmi ini menjadi momentum penting bagi KBIHU NU Watulimo untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan ibadah haji dan umrah. Melalui website ini, masyarakat dapat memperoleh informasi secara lengkap mengenai program bimbingan, jadwal kegiatan, berita terkini, dokumentasi kegiatan, serta berbagai layanan yang kami sediakan. Kami berharap website ini mampu menjadi pusat informasi yang terpercaya, akurat, dan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat keberadaan serta aktivitas KBIHU NU Watulimo.

Saya juga berpesan kepada seluruh pengurus dan pengelola website agar senantiasa menjaga kualitas konten, memperbarui informasi secara berkala, serta memanfaatkan platform ini sebagai sarana dakwah dan edukasi yang bermanfaat. Di era digital saat ini, keberadaan media informasi yang aktif dan profesional menjadi kebutuhan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, website ini hendaknya terus dikembangkan sehingga mampu menjawab kebutuhan informasi yang semakin dinamis dan beragam.

Akhirnya, saya berharap Website Resmi KBIHU NU Watulimo dapat menjadi jembatan kebaikan, memperluas manfaat layanan, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana dakwah yang membawa keberkahan bagi umat. Semoga dengan hadirnya website ini, KBIHU NU Watulimo semakin dikenal luas, semakin dipercaya masyarakat, dan terus istiqamah dalam mendampingi para tamu Allah menuju haji dan umrah yang mabrur serta diridhai Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


Drs. Leif Sulaiman, M.Pd.
Ketua KBIHU NU Watulimo
Share:

Minggu, 31 Mei 2026

KBIHU NU Watulimo Resmi Buka Manasik haji 2026/2027, Perkuat Pemahaman dan Kesiapan Calon Jamaah Menuju Baitullah


Watulimo – Kegiatan Ta'aruf dan Pembukaan Manasik Haji Tahun 2026/2027 yang diselenggarakan oleh KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo berlangsung khidmat dan penuh semangat di Masjid Jami'atul Muslimin Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Ahad (31/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para calon jamaah haji tahun 2027 yang akan berangkat melalui KBIHU NU Watulimo untuk saling mengenal, mempererat ukhuwah, sekaligus memperoleh gambaran menyeluruh tentang rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris KBIHU NU Trenggalek, K.H. Muh. Nasron selaku pemateri utama, Rais MWC NU Watulimo K.H. Chalimy Anwar, Sekretaris MWC NU Watulimo Ustadz Sanusi, M.Pd.I, jajaran pengurus KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo, para pembimbing haji, serta seluruh calon jamaah haji tahun 2027.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Drs. H. Juwito, dilanjutkan pembacaan iftitah oleh K.H. Chalimy Anwar. Dalam sambutannya, Ketua KBIHU NU Watulimo, Drs. Leif Sulaiman, M.Pd., menyampaikan bahwa manasik haji bukan sekadar pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga proses pembentukan mental, spiritual, dan kebersamaan antarjamaah. "Kami berharap seluruh calon jamaah dapat mengikuti seluruh tahapan manasik dengan sungguh-sungguh. Haji adalah ibadah yang membutuhkan kesiapan ilmu, fisik, mental, dan kesabaran. Melalui bimbingan ini, semoga para jamaah semakin mantap dalam menjalankan setiap rukun dan wajib haji sesuai tuntunan syariat," ungkapnya.

Sementara itu, Rais MWC NU Watulimo, K.H. Chalimy Anwar, dalam sambutannya menekankan pentingnya niat yang ikhlas serta menjaga akhlak selama menjalani proses persiapan menuju tanah suci. Menurut beliau, ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang harus disyukuri dengan memperbanyak ilmu dan memperkuat ibadah sejak jauh hari. "Menjadi tamu Allah adalah kemuliaan yang luar biasa. Oleh karena itu, para calon jamaah hendaknya menjaga kesehatan, memperbanyak doa, mempererat persaudaraan, serta memanfaatkan kegiatan manasik ini sebagai sarana menimba ilmu agar pelaksanaan hajinya kelak benar-benar mabrur," tutur beliau di hadapan peserta.


Pada sesi utama, K.H. Muh. Nasron memberikan sosialisasi dan pembinaan mengenai gambaran umum penyelenggaraan ibadah haji, tahapan manasik, serta berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh calon jamaah. Beliau menjelaskan bahwa manasik haji merupakan sarana pembelajaran praktis dan teoritis yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang tata cara ibadah haji mulai dari ihram, thawaf, sa'i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tahallul dan rangkaian ibadah lainnya. Dalam paparannya, beliau juga menyampaikan estimasi keberangkatan calon jamaah haji tahun 2027 serta pentingnya kesiapan administrasi, kesehatan, dan pemahaman fiqih haji. "Manasik adalah bekal utama sebelum berangkat ke tanah suci. Jamaah tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus siap menghadapi kondisi nyata di lapangan. Karena itu, ikutilah setiap pertemuan manasik dengan penuh kesungguhan dan jangan ragu untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami," jelas K.H. Muh. Nasron. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang dijawab secara rinci oleh pemateri.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian bimbingan haji, kegiatan manasik secara resmi dibuka oleh K.H. Muh. Nasron yang kemudian dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh K.H. Hadi Munawan. Suasana penuh kekeluargaan dan optimisme tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para calon jamaah berharap melalui bimbingan yang diberikan oleh KBIHU NU Watulimo, mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan baik, benar, dan memperoleh predikat haji yang mabrur. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo dalam mendampingi dan membimbing jamaah secara profesional, berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, serta memberikan pelayanan terbaik sejak masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
.

Oleh : Tim Media KBIHU NU Watulimo

Share:


"Barangsiapa yang berhaji karena Allah lalu ia tidak berkata kotor (rafats) dan tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali (bersih) seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).


"Bersegeralah kalian melakukan haji. Sebab, seseorang tidak akan menyadari suatu halangan (penyakit, kesusahan, atau kematian) yang akan menimpanya." (HR. Ahmad).


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Sahabat Kita