Muharram merupakan awal bulan tahun baru hijriyah atau tahun baru islam, dan bulan dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam hitungan tahun islam.
Bulan muharram juga merupakan
salah satu bulan yang mulia asyhurul hurum. Bulan muharram dijuluki sebagai bulan
Allah, syahrullah karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat
dianjurkan untuk dilakukan.
Para ulama sudah
mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan
Muharram yaitu sekitar 12 amalan
Untuk mempermudah ingatan,
sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadham, sebagaimana yang dilakukan
Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus
Shudur
فِى
يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ
تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ
الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya:
"Ada sepuluh amalan di dalam
bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah,
shalatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan
celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah
keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali".
- Melakukan shalat
- Berpuasa
- Menyambung silaturahim
- Bersedekah
- Mandi
- Memakai celak mata
- Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
- Menjenguk orang sakit
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim
- Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
Amalan sunah yang paling utama di
bulan muharram ialah puasa. Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada
hadits riwayat Abu Hurairah:
جاء
رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال:
شهر الله الذي تدعونه المحرم
Artinya:
"Seseorang datang menemui
Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih
afdhal?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut
dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).
Dalam hadis riwayat Muslim
disebutkan sebagai berikut.
أفضل
الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
Artinya:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan
ialah puasa di bulan Allah, Muharram.”
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam
An-Nawawi mengatakan, hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa Muharram.
Sementara hadits lain yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lebih banyak
berpuasa di bulan Sya’ban, bukan Muharram, dapat dipahami melalui dua tafsiran:
pertama, ada kemungkinan Rasulullah SAW baru mengetahui keutamaan puasa
Muharram di akhir hayatnya; kedua, Rasulullah SAW mungkin sudah memahami keutamaannya,
namun beliau tidak memperbanyak puasa di bulan Muharram dikarenakan udzur,
seperti sakit, sedang di perjalanan, dan lain-lain.
Al-Qurthubi, seperti yang dikutip
As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menjelaskan:
إنما
كان صوم المحرم أفضل الصيام من أجل أنه أول السنة المستأنفة فكان استفتاحها بالصوم
الذي هو أفضل الأعمال
Artinya:
“Puasa Muharram lebih utama
dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa,
sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.”
Memperbanyak puasa di bulan
Muharram disunahkan karena ia merupakan pembuka tahun baru. Seyogianya tahun
baru dihiasi dengan amal saleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama.
Tentu harapannya, di bulan selanjutnya, menjalankan ibadah puasa sunah ini tetap
dilakukan dan tidak berhenti sampai akhir bulan Muharram. Selain awal tahun,
dalam banyak hadits juga disebutkan bahwa tanggal 10 Muharram dianjurkan untuk
berpuasa.
Sebab itu, Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul
Mu’in mengatakan, “Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah asyhurul
hurum (bulan-bulan mulia). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan
Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah,
Sya’ban, dan puasa ‘Arafah
---------
Penulis : Murdiyanto
Sumber : NU Jabar Onine















