Di tengah kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, pengetahuan, dan cara pandang yang berbeda dalam melihat suatu persoalan. Oleh karena itu, perbedaan bukanlah ancaman, melainkan bagian dari sunnatullah yang memperkaya kehidupan bersama. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika perbedaan pendapat tidak lagi dikelola dengan kebijaksanaan, melainkan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, merendahkan, bahkan memutus tali persaudaraan. Dalam konteks inilah dawuh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari menjadi sangat relevan untuk direnungkan oleh seluruh elemen masyarakat.
Selasa, 12 Mei 2026
Merawat Persatuan di Tengah Perbedaan Pendapat
Di tengah kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, pengetahuan, dan cara pandang yang berbeda dalam melihat suatu persoalan. Oleh karena itu, perbedaan bukanlah ancaman, melainkan bagian dari sunnatullah yang memperkaya kehidupan bersama. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika perbedaan pendapat tidak lagi dikelola dengan kebijaksanaan, melainkan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, merendahkan, bahkan memutus tali persaudaraan. Dalam konteks inilah dawuh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari menjadi sangat relevan untuk direnungkan oleh seluruh elemen masyarakat.
Minggu, 10 Mei 2026
Istighotsah dan Pembekalan Calon Jamaah haji 2026, KBIHU MWC NU Watulimo Perkuat Kesiapan Spiritual dan Teknis Jamaah
Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius di dalam masjid. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti rangkaian istighotsah dan doa bersama dengan penuh kekhusyukan, memohon kelancaran, kesehatan, keselamatan, serta kemabruran bagi seluruh calon jamaah haji. Lantunan doa yang dipimpin secara bersama-sama menjadi penguat spiritual sekaligus bentuk ikhtiar batin agar seluruh rangkaian ibadah haji nantinya diberikan kemudahan oleh Allah SWT.
Sementara itu, pembekalan dari Pengurus MWC NU Watulimo menitikberatkan pada pentingnya menjaga akhlak, kekompakan, serta kedisiplinan selama menjalankan ibadah haji. Para calon jamaah diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik bangsa dan organisasi, khususnya Nahdlatul Ulama, dengan menunjukkan sikap santun, saling membantu, dan mematuhi seluruh aturan selama di Tanah Suci. Pembekalan tersebut juga memberikan penguatan mental dan motivasi agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tertib, dan penuh keikhlasan.



















