Minggu, 31 Mei 2026

KBIHU NU Watulimo Resmi Buka Manasik haji 2026/2027, Perkuat Pemahaman dan Kesiapan Calon Jamaah Menuju Baitullah


Watulimo – Kegiatan Ta'aruf dan Pembukaan Manasik Haji Tahun 2026/2027 yang diselenggarakan oleh KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo berlangsung khidmat dan penuh semangat di Masjid Jami'atul Muslimin Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Ahad (31/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para calon jamaah haji tahun 2027 yang akan berangkat melalui KBIHU NU Watulimo untuk saling mengenal, mempererat ukhuwah, sekaligus memperoleh gambaran menyeluruh tentang rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris KBIHU NU Trenggalek, K.H. Muh. Nasron selaku pemateri utama, Rais MWC NU Watulimo K.H. Chalimy Anwar, Sekretaris MWC NU Watulimo Ustadz Sanusi, M.Pd.I, jajaran pengurus KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo, para pembimbing haji, serta seluruh calon jamaah haji tahun 2027.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Drs. H. Juwito, dilanjutkan pembacaan iftitah oleh K.H. Chalimy Anwar. Dalam sambutannya, Ketua KBIHU NU Watulimo, Drs. Leif Sulaiman, M.Pd., menyampaikan bahwa manasik haji bukan sekadar pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga proses pembentukan mental, spiritual, dan kebersamaan antarjamaah. "Kami berharap seluruh calon jamaah dapat mengikuti seluruh tahapan manasik dengan sungguh-sungguh. Haji adalah ibadah yang membutuhkan kesiapan ilmu, fisik, mental, dan kesabaran. Melalui bimbingan ini, semoga para jamaah semakin mantap dalam menjalankan setiap rukun dan wajib haji sesuai tuntunan syariat," ungkapnya.

Sementara itu, Rais MWC NU Watulimo, K.H. Chalimy Anwar, dalam sambutannya menekankan pentingnya niat yang ikhlas serta menjaga akhlak selama menjalani proses persiapan menuju tanah suci. Menurut beliau, ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang harus disyukuri dengan memperbanyak ilmu dan memperkuat ibadah sejak jauh hari. "Menjadi tamu Allah adalah kemuliaan yang luar biasa. Oleh karena itu, para calon jamaah hendaknya menjaga kesehatan, memperbanyak doa, mempererat persaudaraan, serta memanfaatkan kegiatan manasik ini sebagai sarana menimba ilmu agar pelaksanaan hajinya kelak benar-benar mabrur," tutur beliau di hadapan peserta.


Pada sesi utama, K.H. Muh. Nasron memberikan sosialisasi dan pembinaan mengenai gambaran umum penyelenggaraan ibadah haji, tahapan manasik, serta berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh calon jamaah. Beliau menjelaskan bahwa manasik haji merupakan sarana pembelajaran praktis dan teoritis yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang tata cara ibadah haji mulai dari ihram, thawaf, sa'i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tahallul dan rangkaian ibadah lainnya. Dalam paparannya, beliau juga menyampaikan estimasi keberangkatan calon jamaah haji tahun 2027 serta pentingnya kesiapan administrasi, kesehatan, dan pemahaman fiqih haji. "Manasik adalah bekal utama sebelum berangkat ke tanah suci. Jamaah tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus siap menghadapi kondisi nyata di lapangan. Karena itu, ikutilah setiap pertemuan manasik dengan penuh kesungguhan dan jangan ragu untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami," jelas K.H. Muh. Nasron. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang dijawab secara rinci oleh pemateri.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian bimbingan haji, kegiatan manasik secara resmi dibuka oleh K.H. Muh. Nasron yang kemudian dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh K.H. Hadi Munawan. Suasana penuh kekeluargaan dan optimisme tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para calon jamaah berharap melalui bimbingan yang diberikan oleh KBIHU NU Watulimo, mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan baik, benar, dan memperoleh predikat haji yang mabrur. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen KBIHU NU Trenggalek Zona Watulimo dalam mendampingi dan membimbing jamaah secara profesional, berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, serta memberikan pelayanan terbaik sejak masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
.

Oleh : Tim Media KBIHU NU Watulimo

Share:


"Barangsiapa yang berhaji karena Allah lalu ia tidak berkata kotor (rafats) dan tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali (bersih) seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).


"Bersegeralah kalian melakukan haji. Sebab, seseorang tidak akan menyadari suatu halangan (penyakit, kesusahan, atau kematian) yang akan menimpanya." (HR. Ahmad).


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Sahabat Kita