Watulimo, Trenggalek – KBIHU NU Watulimo kembali menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji Putaran Kedua bagi Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2027 pada Ahad Pahing, 14 Juni 2026 M bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Hidayatur Rahman/MI Plus Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini diikuti oleh 66 calon jamaah dari total 72 peserta yang telah terdaftar di KBIHU NU Watulimo. Manasik ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk mempersiapkan para tamu Allah agar memiliki bekal ilmu, mental, dan spiritual yang memadai sebelum menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sejak pagi hari. Selain dihadiri para calon jamaah, kegiatan juga mendapat pendampingan langsung dari jajaran pengurus KBIHU NU Watulimo yang selama ini berkhidmat sebagai Khadimu Dluyufur Rahman (pelayan tamu-tamu Allah). Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain H. Juwito, H. Yuli Rahmad Riadi, H. Sailan, Murdiyanto, Sunardi, Andik Tri Sulistyo, dan Khusnul Mutholib. Kehadiran para pengurus menjadi bentuk komitmen KBIHU NU Watulimo dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta pendampingan terbaik kepada calon jamaah sejak masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji nantinya.
Materi pertama disampaikan oleh K.H. Moh. Shobirin, M.Pd.I dengan tema “Ketentuan Haji dan Umrah”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai syarat, rukun, wajib, sunnah, hingga larangan-larangan selama pelaksanaan ibadah haji dan umrah. K.H. Moh. Shobirin menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan ilmu dan keikhlasan hati. “Jamaah harus memahami perbedaan antara rukun dan wajib haji agar tidak keliru dalam pelaksanaannya. Haji yang mabrur lahir dari perpaduan antara ilmu yang benar, niat yang ikhlas, dan kesabaran dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab, kedisiplinan, serta memperbanyak dzikir dan doa selama berada di Tanah Suci.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh K.H. Hadi Munawan yang membahas “Thaharah, Shalat Jama’, Shalat Qashar, dan Shalat Jenazah”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pemahaman tentang tata cara bersuci dan pelaksanaan shalat selama perjalanan merupakan bekal penting yang harus dimiliki setiap calon jamaah. Menurutnya, kondisi perjalanan dan aktivitas ibadah yang padat di Arab Saudi sering kali menuntut jamaah untuk memahami hukum-hukum keringanan (rukhsah) dalam syariat Islam. “Islam memberikan kemudahan bagi musafir melalui shalat jama’ dan qashar. Namun kemudahan itu harus dipahami dengan benar agar ibadah tetap sah dan sesuai tuntunan syariat,” jelasnya. Selain itu, beliau juga mengulas tata cara pelaksanaan shalat jenazah yang kerap menjadi bagian dari pelayanan keagamaan di lingkungan jamaah selama berada di Tanah Suci.
Melalui pelaksanaan Manasik Haji Putaran Kedua ini, KBIHU NU Watulimo berharap seluruh calon jamaah haji tahun 2027 semakin mantap dalam memahami tuntunan ibadah dan siap menjalankan seluruh rangkaian haji secara benar sesuai syariat. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjamaah sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam mempersiapkan diri menjadi tamu Allah yang terbaik. Dengan bekal ilmu yang terus diperkuat melalui rangkaian manasik, para calon jamaah diharapkan mampu menunaikan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, serta meraih predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
------
Kontributor : Murdiyanto
Editor : Tim Media KBIHU NU Watulimo

















